5 Tips untuk Membuat Resume dan Portofolio Arsitektur: Panduan untuk Arsitek – Mencari pekerjaan sebagai arsitek tidaklah mudah, jadi memiliki resume arsitektur pembunuh (CV) dan portofolio sangat penting, terlepas dari apakah Anda lulusan perguruan tinggi baru atau profesional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun.

5 Tips untuk Membuat Resume dan Portofolio Arsitektur: Panduan untuk Arsitek

archidose – Arsitektur luar biasa karena merupakan profesi yang memungkinkan Anda mengukir nama Anda ke dalam catatan sejarah dan diingat oleh generasi yang akan datang. Saat ini ada banyak arsitek yang mencari pekerjaan, tetapi hanya segelintir yang mendapatkan kesempatan sekali seumur hidup untuk mengesankan dunia, atau setidaknya, majikan mereka. Oleh karena itu, agar Anda menonjol dari keramaian, Anda harus mengirimkan resume dan portofolio yang akan membuat orang ingin mempekerjakan Anda.

Baca Juga : Tips Untuk Masuk Ke Teknik Sipil

1. Pilih Formatnya

Visibilitas dan keterbacaan adalah dua faktor paling penting yang memengaruhi kesan awal pembaca terhadap resume dan portofolio Anda. Artinya, jika Anda mengirimkan selembar kertas atau file digital yang berisi banyak informasi berguna tetapi ditampilkan dengan tidak rapi, kecil kemungkinan perekrut ingin membacanya. Jadi, pastikan untuk menjaga semuanya tetap ketat dan ringkas .

Sebagai seorang arsitek, Anda harus tahu bagaimana membangun, apakah itu gedung baru atau CV baru. Banyak manajer sumber daya manusia dan perekrut memperhatikan tampilan resume Anda karena tata letak visual file Anda dapat menjelaskan banyak hal tentang cara Anda memandang ruang.

2. Jadikan Portofolio Anda Inovatif

Sayang sekali untuk dikatakan, tetapi majikan semakin kurang tertarik dengan sketsa Anda dan seberapa bagus Anda menggambar dengan pensil. Jika Anda ingin menjadi seorang arsitek, seorang arsitek yang sukses, pastikan soft skill Anda terdongkrak .

Jika Anda benar-benar ingin membuat calon majikan Anda terkesan. Perbarui dan kembangkan set alat Anda. Pastikan Anda menggunakan beberapa perangkat lunak yang benar-benar inovatif saat membuat portofolio. Saat ini sebagian besar arsitek sukses menggunakan perangkat lunak CAD , seperti BricsCAD BIM , untuk desain visual kreatif dan gambar teknik. Perbedaan antara pelamar dengan model digital, 3D dan pelamar lain dengan hanya sketsa dan model buatan tangan sangat besar.

3. Simpan di satu halaman

Ketika berbicara tentang resume Anda: pastikan bahwa itu cocok dalam satu halaman .

Portofolio Anda, bagaimanapun, harus inovatif dan tidak ada batasan jumlah proyek yang dapat Anda masukkan ke dalamnya. Aturan praktis di sini sederhana: semakin sukses proyek yang Anda capai, semakin banyak pengalaman yang Anda miliki, semakin banyak pengalaman yang Anda miliki, semakin besar kemungkinan Anda untuk dipekerjakan.

4. Hindari Kesalahan Resume Penting

Ada beberapa kesalahan umum yang tidak hanya dilakukan oleh arsitek tetapi juga perwakilan dari setiap profesi saat membuat resume:

Jangan terlalu sering menggunakan grafik . Tempat yang tepat untuk menggunakan grafik adalah portofolio Anda. Saat menulis CV, pastikan untuk menggunakan kata-kata Anda.

Abaikan peringkat keterampilan Anda . Ingat, berbicara tentang seberapa baik Anda, misalnya, memproyeksikan kubah untuk katedral, adalah nada ‘mauvais’ yang besar. Anda tidak bisa menilai diri sendiri dengan jujur ​​dan adil. Jadi, serahkan pekerjaan ini pada surat rekomendasi, jika Anda memilikinya.

Buktikan-baca CV Anda . Revisi, dan poles resume Anda. Pekerjaan seorang arsitek adalah yang membutuhkan perhatian pada setiap detail, kekurangannya dapat menyebabkan konsekuensi yang menyedihkan di masa depan.
Sekarang, bayangkan diri Anda mengirimkan portofolio yang brilian disertai dengan resume dengan kesalahan ketik yang berlebihan. Ini hanya akan memberi tahu satu hal tentang Anda, dan itu jelas bukan hal yang Anda ingin majikan masa depan Anda dengar!

5. Fokus pada keterampilan yang relevan dengan pekerjaan

Jangan stres pengetahuan Anda tentang bahasa asing. Jika Anda seorang arsitek yang baik, terjemahan dapat dikelola. Buat penekanan pada seberapa baik Anda mendesain bangunan.

Kesimpulan

Profesi seorang arsitek dapat dikatakan sebagai salah satu spesialisasi tersulit yang dapat dipilih seseorang. Pertama, karena dibutuhkan banyak stamina psikologis, ketekunan, kesabaran, dan kerja keras untuk mendapatkan gelar Arsitektur dan kedua, dibutuhkan lebih banyak upaya untuk ‘menemukan tempat Anda di bawah matahari’.

Persaingan dalam domain arsitektur saat ini benar-benar luar biasa. Namun, Anda tidak boleh menyerah. Dengan 5 tip untuk membuat resume dan portofolio arsitektur yang mematikan ini, Anda dapat memulai membangun milik Anda dengan cara yang akan memastikan bahwa Anda mendapatkan pekerjaan impian Anda dan diingat oleh generasi mendatang.