Arsitektur Renaisans, Pembangunan Di Italia – Kuil Vesta, Roma, 205 M. Sebagai salah satu kuil terpenting di Roma Kuno, kuil ini menjadi model Tempietto Bramante. Arsitektur Renaisans adalah arsitektur Eropa periode antara awal abad ke-14 dan awal abad ke-16 di berbagai wilayah, yang menunjukkan kebangkitan dan perkembangan sadar unsur-unsur tertentu dari pemikiran Yunani dan Romawi kuno dan budaya material. Secara gaya, arsitektur Renaisans mengikuti arsitektur Gotik dan digantikan oleh arsitektur Barok.

Dibesarkan awal kali di Florence, dengan Filippo Brunelleschi selaku salah satu inovatornya, style Renaisans dengan kilat menabur ke kota- kota Italia yang lain. Style itu dibawa ke Spanyol, Prancis, Jerman, Inggris, Rusia, serta bagian lain Eropa pada bertepatan pada yang berlainan serta dengan tingkatan akibat yang berbeda- beda.

Arsitektur Renaisans, Pembangunan Di Italia

archidose – Style Renaisans menekankan pada ilmu ukur serta keteraturan bagian- bagian, semacam yang ditunjukkan dalam arsitektur kuno klasik serta spesialnya arsitektur Romawi kuno, yang lagi banyak ilustrasinya.

Pengaturan kolom, tiang serta ambang pintu yang tertib, dan mengkonsumsi lengkungan separuh bundaran, kubah separuh bundaran, jeluk serta aedikula mengambil ubah sistem sepadan yang lebih zona serta profil gedung era medio yang tidak tertib.

Kata “Renaissance” berasal dari istilah rinascita, yang berarti kelahiran kembali, pertama kali muncul dalam Le vite de ‘più eccellenti pittori, scultori e architettori (Kehidupan Pelukis, Pematung, dan Arsitek, 1550).

Meskipun istilah Renaissance digunakan pertama kali oleh sejarawan Prancis Jules Michelet, istilah itu diberikan definisi yang lebih tahan lama dari sejarawan Swiss Jacob Burckhardt, yang bukunya Die Kultur der Renaissance di Italien, 1860 (The Civilization of the Renaissance in Italy, 1860, English terjemahan, oleh SGC Middlemore, dalam 2 jilid, London, 1878) berpengaruh dalam perkembangan interpretasi modern dari Renaisans Italia.

Folio lukisan terukurÉdifices de Rome moderne; ou, Recueil des palais, maisons,églises, couvents et autres monuments( The Buildings of Modern Rome), awal kali diterbitkan pada tahun 1840 oleh Paul Letarouilly, pula memainkan kedudukan berarti dalam kebangkitan atensi pada rentang waktu ini. Erwin Panofsky, Renaisans serta Pembaruan dalam Seni Barat,( New York: Harper serta Row, 1960) Style Renaisans diakui oleh banyak orang sezaman dalam sebutan” allantica”, ataupun” dengan metode kuno”( dari Romawi).

Baca Juga : Bangunan Hijau, Mengurangi Dampak Pada Lingkungan

Italia pada era ke- 15, serta kota Florence pada spesialnya, merupakan rumah untuk Renaisans. Di Firenze- lah style arsitektur terkini berasal, tidak bertumbuh lelet dalam metode Gotik berkembang dari Romanesque, namun dengan cara siuman didatangkan oleh arsitek khusus yang berupaya menghidupkan kembali aturan” Era Kebesaran” era kemudian. Pendekatan objektif kepada arsitektur kuno bersamaan dengan kebangkitan biasa penataran. Beberapa aspek mempengaruhi dalam menciptakan perihal ini.

Arsitektur

Arsitek Italia tetap mencintai bentuk yang didefinisikan dengan jelas dan tubuh struktural yang mengekspresikan tujuan mereka. Banyak bangunan Romawi Tuscan meyakinkan kepribadian ini, sejenis yang terlihat di Florence Baptistery dan Basilika Pisa.

Italia tidak sempat seluruhnya mengadopsi style arsitektur Gotik. Tidak hanya Basilika Milan,( dipengaruhi oleh Gotik Rayonnant Prancis), sebagian gereja Italia membuktikan pengepresan pada lurus, poros bergerombol, riasan riasan serta kubah berusuk lingkungan yang jadi karakteristik Gotik di bagian lain Eropa.

Kedatangan, spesialnya di Bulu halus, aset arsitektur kuno yang membuktikan style Klasik teratur membagikan gagasan untuk artis pada dikala metafisika pula berpindah ke Klasik.

Politik

Pada era ke- 15, Firenze, Venesia, serta Napoli meluaskan kewenangan mereka lewat beberapa besar area yang mengelilinginya, alhasil membolehkan pergerakan artis. Ini membolehkan Florence mempunyai akibat berseni yang penting di Milan, serta lewat Milan, Prancis.

Pada tahun 1377, kembalinya Paus dari Kepausan Avignon dan pembentukan kembali istana Kepausan di Roma, membawa kekayaan dan kepentingan kota itu, serta pembaruan tentang pentingnya Paus di Italia, yang semakin diperkuat. oleh Konsili Constance pada tahun 1417. Paus berturut-turut, terutama Julius II, 1503–13, berusaha memperluas kekuasaan sementara Paus di seluruh Italia.

Komersial

Pada dini Renaisans, Venesia mengatur perdagangan laut atas beberapa barang dari Timur. Kota- kota besar di Italia Utara mampu lewat perdagangan dengan semua Eropa, Genoa sediakan dermaga buat beberapa barang dari Prancis serta Spanyol; Milan serta Turin jadi pusat perdagangan bumi, serta menjaga pabrik pengerjaan metal yang kasar. Perdagangan bawa wol dari Inggris ke Florence, yang berada sempurna di bengawan buat penciptaan kain lembut, pabrik tempat kekayaannya dibuat.

Dengan memimpin Pisa, Florence mendapatkan dermaga, serta pula menjaga kekuasaan Genoa. Dalam hawa menguntungkan ini, satu keluarga dengan cara spesial alihkan atensi mereka dari perdagangan ke bidang usaha peminjaman duit yang profitabel.

Keluarga Medici jadi pengelola bank penting untuk para pangeran Eropa, jadi pangeran sendiri dikala mereka melaksanakannya, sebab kekayaan serta akibat. Sejauh arah perdagangan, serta dengan begitu menawarkan proteksi oleh kebutuhan menguntungkan, tidak cuma memindahkan benda namun pula artis, akademikus, serta filsuf.

Kembalinya Paus Gregorius XI dari Avignon pada bulan September 1377 serta pengepresan terkini yang diperoleh pada Bulu halus selaku pusat spiritualitas Kristen, bawa gelombang dalam pembangunan gereja- gereja di Bulu halus yang belum sempat terjalin sepanjang nyaris seribu tahun. Ini diawali pada medio era ke- 15 serta memperoleh momentumnya pada era ke- 16, menggapai puncaknya pada rentang waktu Baroque.

Pembangunan Kapel Sistina dengan riasan istimewanya yang berarti serta semua pembangunan kembali Basilika Santo Petrus, salah satu gereja sangat berarti dalam Lapisan Kristen, merupakan bagian dari cara ini. Di Republik Florence yang banyak, desakan buat pembangunan gereja lebih bertabiat awam. dari pada kebatinan.

Kondisi yang belum berakhir dari Basilika Florence yang amat besar yang didedikasikan buat Gadis Maria Yang Terberkati tidak meluhurkan kota di dasar perlindungannya. Tetapi, sebab teknologi serta finansial ditemui buat menyelesaikannya, kubah yang naik itu tidak cuma dikreditkan pada Gadis Maria, arsiteknya serta Gereja namun pula pada Signoria, Perhimpunan, serta sektor- sektor kota tempat daya buat membangunnya. itu ditarik. Kubah itu menginspirasi buatan religius lebih lanjut di Florence.

Baca Juga : Arsitektur Etruscan, Arsitektur Pada Masa Romawi

Filosofis

Perkembangan buku-buku cetak, penemuan kembali tulisan-tulisan kuno, perluasan kontak politik dan perdagangan dan penjelajahan dunia semuanya meningkatkan pengetahuan dan keinginan untuk pendidikan.

Bacaan filosofi yang tidak didasarkan pada teologi Kristen menyebabkan perkembangan humanisme yang melaluinya menjadi jelas bahwa sementara Tuhan telah menetapkan dan memelihara ketertiban di Alam Semesta, itu adalah peran Manusia untuk membangun dan memelihara ketertiban dalam Masyarakat.

Melalui humanisme, kebesarhatian biasa dan advertensi perdamaian dan ketertiban biasa dicermati berlaku seperti karakteristik kebangsaan. Mengenai ini membidik pada pembangunan wujud sejenis Rumah Sakit Para Innocents Brunelleschi dengan barisan tiang yang elok yang membuat blantik antara gedung kebaikan dan alun- alun, dan Perpustakaan Laurentian di mana koleksi buku- novel yang terbuat oleh keluarga Medici dapat dikonsultasikan oleh para pakar.

Beberapa pekerjaan bangunan gerejawi besar juga ditugaskan, bukan oleh gereja, tetapi oleh serikat pekerja yang mewakili kekayaan dan kekuasaan kota. Kubah Brunelleschi di Katedral Florence, lebih dari bangunan lainnya, adalah milik penduduk karena pembangunan masing-masing dari delapan segmen dicapai oleh bagian kota yang berbeda.

Perlindungan

Sejenis di akademi besar Platonis Athena, banyak orang yang memahami paham Humanis berpikir jika banyak orang yang menciptakan manfaat dari kekayaan dan penataran harus memperkenalkan pencarian pelatihan dan kreasi yang baik. Untuk tujuan ini, keluarga banyak— Medici of Florence, Gonzaga of Mantua, Farnese di Bulu lembut, Sforzas di Milan— terkumpul di dekat mereka banyak orang yang berakal dan berakal, memperkenalkan kemampuan dan menciptakan alun- alun aktivitas buat bintang film dan arsitek amat berbakat di hari mereka.

Teori arsitektur

Selama Renaisans, arsitektur tidak hanya menjadi masalah praktik, tetapi juga masalah diskusi teoretis. Percetakan memainkan peran besar dalam penyebaran ide.

1. Risalah pertama tentang arsitektur adalah De re aedificatoria (“Tentang Subjek Bangunan”) oleh Leon Battista Alberti pada tahun 1450. Itu sampai taraf tertentu bergantung pada De arsitektura Vitruvius, sebuah manuskrip yang ditemukan pada tahun 1414 di sebuah perpustakaan di Swiss. De re aedificatoria pada 1485 menjadi buku cetak pertama tentang arsitektur.

2. Sebastiano Serlio( 1475- c. 1554) menciptakan bacaan berarti selanjutnya, bagian awal timbul di Venesia pada 1537; itu bertajuk Regole generali darchitettura(” Ketentuan Biasa Arsitektur”). Novel ini diketahui selaku” Novel Keempat” Serlio sebab ialah novel keempat dalam konsep asli Serlio dari suatu risalah dalam 7 novel. Dengan cara totalitas, 5 novel diterbitkan.

3. Pada tahun 1570, Andrea Palladio (1508-1580) menerbitkan I quattro libri dell’architettura (“Empat Buku Arsitektur”) di Venesia. Buku ini dicetak secara luas dan bertanggung jawab untuk menyebarkan ide-ide Renaisans melalui Eropa. Semua buku ini dimaksudkan untuk dibaca dan dipelajari tidak hanya oleh arsitek, tetapi juga oleh pengunjung.

Rencana Tempietto Bramante di Montorio

Ahli sejarah kerap memilah Renaisans di Italia jadi 3 tahap. Sedangkan ahli sejarah seni bisa jadi berdialog mengenai rentang waktu” Renaisans Dini”, di mana mereka memasukkan kemajuan gambar serta arca era ke- 14, perihal ini umumnya tidak terjalin dalam asal usul arsitektur.

Kondisi ekonomi yang suram pada akhir abad ke-14 tidak menghasilkan bangunan yang dianggap sebagai bagian dari Renaisans. Akibatnya, kata “Renaisans” di kalangan sejarawan arsitektur biasanya digunakan pada periode 1400 hingga c. 1525, atau lebih baru dalam kasus Renaissance non-Italia.

Quattrocento

Di Quattrocento, rancangan aturan arsitektur dieksplorasi serta ketentuan diformulasikan. Riset mengenai era kuno klasik membidik pada mengangkat perinci serta bunga Klasik.

Ruang, selaku bagian arsitektur, dipakai dengan cara berlainan dari yang dipakai pada Era Medio. Ruang diatur oleh akal sehat sepadan, wujud serta iramanya angkat tangan pada ilmu ukur, bukan dilahirkan oleh insting semacam pada gedung Era Medio. Ilustrasi kuncinya merupakan Basilica di San Lorenzo di Florence oleh Filippo Brunelleschi( 1377–1446).

Renaisans Tinggi

Sejauh High Renaissance, konsep yang berasal dari masa kuno klasik dibesarkan dan digunakan dengan agama yang lebih besar. Arsitek amat representatif ialah Donato Bramante( 1444- 1514), yang meluaskan aplikasi arsitektur klasik pada bangunan kontemporer.

Tempietto di San Pietro- nya di Montorio( 1503) dengan metode langsung termotivasi oleh kuil- kuil Romawi melingkar. Beliau, bagaimanapun, bukanlah budak dari bentuk klasik dan gayanya yang mengetuai arsitektur Italia pada masa ke- 16.

Perangai

Sepanjang rentang waktu Mannerist, arsitek bereksperimen dengan memakai wujud arsitektur buat menekankan ikatan yang keras serta spasial. Keseimbangan sempurna Renaisans berikan jalur pada irama yang lebih leluasa serta lebih delusif.

Arsitek sangat populer yang diasosiasikan dengan style Mannerist merupakan Michelangelo( 1475- 1564), yang kerap memakai aturan raksasa dalam arsitekturnya, tiang besar yang menghampar dari dasar ke atas kebinasaan.

Ia memakai ini dalam desainnya buat Piazza del Campidoglio di Bulu halus. Saat sebelum era ke- 20, sebutan Mannerisme mempunyai konotasi minus, namun saat ini dipakai buat melukiskan rentang waktu asal usul dalam sebutan non- menghakimi yang lebih biasa.

Dari Renaissance ke Baroque

Kala style arsitektur terkini menabur dari Italia, beberapa besar negeri Eropa yang lain meningkatkan sejenis style Proto- Renaisans, saat sebelum pembangunan gedung- gedung Renaisans yang diformulasikan seluruhnya. Tiap negeri pada gilirannya setelah itu mencangkokkan adat- istiadat arsitekturalnya sendiri ke style terkini, alhasil gedung Renaisans di semua Eropa terdiversifikasi bagi area.

Di Italia, kemajuan arsitektur Renaisans jadi Mannerisme, dengan kecondongan yang amat berlainan dalam buatan Michelangelo serta Giulio Romano serta Andrea Palladio, membidik pada style Barok di mana kosakata arsitektur yang serupa dipakai buat retorika yang amat berlainan.

Di luar Italia, arsitektur Barok lebih besar serta bertumbuh seluruhnya dari style Renaisans, dengan bangunan- bangunan berarti sepanjang Meksiko serta Filipina.

Karakteristik

Ciri-ciri pembeda yang jelas dari arsitektur Romawi Klasik diadopsi oleh arsitek Renaisans. Namun, bentuk dan tujuan bangunan telah berubah seiring waktu, seperti halnya struktur kota.

Di antara bangunan paling awal dari Klasikisme yang terlahir kembali adalah gereja-gereja dari jenis yang belum pernah dibangun oleh orang Romawi.

Juga tidak ada model untuk jenis tempat tinggal kota besar yang dibutuhkan oleh pedagang kaya abad ke-15. Sebaliknya, tidak ada kebutuhan untuk perlengkapan olahraga yang sangat besar dan rumah pemandian umum seperti yang dibangun orang Romawi. Tatanan kuno dianalisis dan direkonstruksi untuk melayani tujuan baru.

Rencana

Atlas gedung Renaisans mempunyai bentuk persegi serta harmonis di mana proporsinya umumnya didasarkan pada suatu materi.

Di dalam gereja, materi kerap kali berdimensi luas gang. Keinginan buat menggabungkan konsep atlas dengan kebinasaan dipublikasikan selaku permasalahan dalam buatan Filippo Brunelleschi, namun beliau tidak sempat bisa menciptakan pandangan ciptaannya ini.

Gedung awal yang mendemonstrasikan ini merupakan St. Andrea di Mantua oleh Alberti. Pengembangan konsep dalam arsitektur sekuler berjalan pada era ke- 16 serta berpuncak pada buatan Palladio.

Tatapan

Kebinasaan serasi di dekat sumbu vertikalnya. Kebinasaan gereja umumnya dilapis dengan pedimen dan diatur oleh sistem pilaster, lengkungan dan entablatur.

Kolom dan jendela meyakinkan kemajuan ke arah tengah. Salah satu façade Renaisans asli yang dini ialah Basilika Pienza( 1459–62), yang berkaitan dengan arsitek Florentine Bernardo Gambarelli( dikenal berlaku seperti Rossellino) dengan Alberti dapat jadi pula memiliki tanggung jawab dalam desainnya.

Bangunan rumah tangga sering kali dilapisi dengan cornice. Ada pengulangan bukaan yang teratur di setiap lantai, dan pintu yang ditempatkan di tengah ditandai dengan fitur seperti balkon, atau sekeliling yang berkarat. Prototipe awal dan banyak disalin adalah façade untuk Palazzo Rucellai (1446 dan 1451) di Florence dengan tiga register pilasternya.

Kolom dan pilaster

Urutan kolom Romawi dan Yunani digunakan: Tuscan, Doric, Ionic, Corinthian dan Composite. Pesanan dapat berupa struktural, mendukung arcade atau architrave, atau murni dekoratif, dipasang di dinding dalam bentuk pilaster.

Selama Renaissance, arsitek bertujuan untuk menggunakan kolom, pilaster, dan entablatures sebagai sistem yang terintegrasi. Salah satu bangunan pertama yang menggunakan pilaster sebagai sistem terintegrasi berada di Old Sacristy (1421–1440) oleh Brunelleschi.